Info Sekolah
Kamis, 05 Feb 2026
  • 📢 SPMB Gelombang 2 Telah Dibuka! Setiap anak adalah amanah. Di SD Salafiyah Fityatul Huda, potensi akademik, spiritual, dan sosial anak dibimbing secara seimbang agar tumbuh percaya diri, mandiri, berprestasi dan berakhlak mulia. ✨ Yuk, bergabung bersama SD Salafiyah Fityatul Huda 😊
  • 📢 SPMB Gelombang 2 Telah Dibuka! Setiap anak adalah amanah. Di SD Salafiyah Fityatul Huda, potensi akademik, spiritual, dan sosial anak dibimbing secara seimbang agar tumbuh percaya diri, mandiri, berprestasi dan berakhlak mulia. ✨ Yuk, bergabung bersama SD Salafiyah Fityatul Huda 😊
2 Mei 2025

Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2025: Mengenang Jejak Ki Hajar Dewantara dan Perjuangan Panjang Pendidikan di Indonesia

Jum, 2 Mei 2025 Dibaca 77x

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk penghargaan terhadap peran penting pendidikan dalam membentuk karakter bangsa. Tahun 2025 ini, Hari Pendidikan Nasional kembali menjadi momentum reflektif untuk meninjau sejauh mana sistem pendidikan kita berkembang, dan bagaimana warisan perjuangan tokoh-tokoh pendidikan terdahulu masih relevan hingga kini.

Mengapa 2 Mei Dipilih sebagai Hari Pendidikan Nasional?

Tanggal 2 Mei bukanlah tanggal sembarangan. Hari ini dipilih untuk memperingati kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia, yang lahir pada 2 Mei 1889. Nama aslinya adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang bangsawan Yogyakarta yang kemudian melepas gelar kebangsawanannya agar bisa lebih dekat dengan rakyat biasa dan memperjuangkan hak pendidikan untuk semua golongan.

Ki Hajar Dewantara dikenal luas melalui semboyannya yang legendaris:

“Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Yang berarti: Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan. Semboyan ini hingga hari ini menjadi prinsip utama dalam dunia pendidikan Indonesia, bahkan digunakan sebagai semboyan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Jejak Sejarah Panjang Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia telah mengalami dinamika panjang, bahkan jauh sebelum masa kemerdekaan. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan hanya terbatas untuk kaum priyayi dan bangsa Eropa. Rakyat biasa hampir tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal.

Perubahan mulai terasa ketika Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Sekolah ini tidak hanya membuka akses pendidikan bagi rakyat jelata, tetapi juga menyuntikkan semangat nasionalisme dalam setiap pelajaran. Kurikulumnya menanamkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia dan perjuangan untuk kemerdekaan, sebagai perlawanan terhadap dominasi pendidikan kolonial yang bersifat diskriminatif dan menjauhkan rakyat dari jati dirinya.

Setelah Indonesia merdeka, pendidikan menjadi salah satu sektor utama pembangunan nasional. Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan, mulai dari program wajib belajar, pendirian sekolah negeri di berbagai pelosok, hingga kebijakan kurikulum nasional. Meski belum sempurna, pendidikan terus mengalami reformasi demi merespons tantangan zaman.

Hardiknas 2025: Pendidikan untuk Kemajuan dan Keadilan Sosial

Hari Pendidikan Nasional 2025 ini mengangkat tema nasional: Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, yang menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Di era digital dan globalisasi saat ini, pendidikan tidak lagi cukup hanya mengandalkan kecakapan akademik, tetapi juga harus menumbuhkan karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Pemerintah melalui Kemendikbudristek terus mendorong transformasi pendidikan melalui program seperti Merdeka Belajar, peningkatan kompetensi guru, serta digitalisasi sekolah. Namun, tantangan seperti kesenjangan infrastruktur, kualitas pengajaran di daerah tertinggal, dan krisis literasi masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Refleksi dan Harapan

Peringatan Hardiknas bukan sekadar upacara seremonial, melainkan momen untuk merefleksikan cita-cita Ki Hajar Dewantara dan mengukur kemajuan pendidikan kita. Apakah pendidikan kita sudah merdeka dalam arti sebenarnya? Apakah semua anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang, sudah mendapat hak yang sama untuk belajar dan berkembang?

Kita semua—guru, siswa, orang tua, hingga pemerintah—memiliki peran penting dalam menjawab tantangan ini. Pendidikan adalah hak sekaligus tanggung jawab bersama. Sebab dalam pendidikan yang adil dan bermutu, masa depan bangsa Indonesia akan ditentukan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pengumuman

Terbit : Januari 1, 2026
SPMB Gelombang II SD Salafiyah Fityatul Huda TA 2026/2027 Resmi Dibuka
SPMB SD Salafiyah Fityatul Huda Tahun Ajaran 2026/2027 Gelombang II resmi dibuka mulai 1 Januari..
Terbit : November 1, 2025
SPMB Gelombang I SD Salafiyah Fityatul Huda Tahun Ajaran 2026/2027 Resmi Dibuka
SD Salafiyah Fityatul Huda secara resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gelombang I untuk..
Terbit : Juni 1, 2025
Pengumuman Kelulusan Online SD Salafiyah Fityatul Huda TA. 2024/2025
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Bapak/Ibu Orang Tua/Wali murid kelas VI SD Salafiyah Fityatul Huda yang kami..

Agenda

17
Agu 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
13
Agu 2025
waktu : 15:00
Agenda telah lewat
13
Jul 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat

Info Sekolah

SD Salafiyah Fityatul Huda

NPSN 69899145
Jl. Semarang No. 38 Sugihwaras Pekalongan
TELEPON (0285) 426523
EMAIL salafiyahfityatulhuda@gmail.com
WHATSAPP 6285385119712